Surya Kencana (INDONESIA)

gallery/suryo kencono

Yogyakarta's classical dance style created by Sri Sultan Hamengkubawana I, as one of the results of the high culture of the Indonesian people has long attracted the interest of intellectuals and cultural enthusiasts from other nations, this is marked by the number of western scholars, artists and foreign society who learn Yogyakarta style classical dance both in his country and who come and study directly to Yogyakarta. In addition to the beauty of its movements and performances, the Yogyakarta-style Classical Dance contains elements of education and character that are very high. The beauty of motion in classical dance in the style of Yogyakarta is combined with the teachings of social and moral values contained in the philosophy of dance which is better known as Kawruh Joged Mataram which was coined by G.B.P.H Suryobrongto a master of classical Yogyakarta style dance who is also the son of Sri Sultan Hamengkubuwana VIII.

 

 

 

Seni Tari klasik gaya Yogyakarta yang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengkubawana I, sebagai salah satu hasil kebudayaan tinggi dari bangsa Indonesia sejak lama sudah menarik minat para intelektual dan peminat kebudayaan dari bangsa lain, hal ini dengan ditandai dengan banyaknya sarjana barat, seniman maupun masyarakat asing yang mempelajari tari klasik gaya Yogyakarta baik di negaranya maupun yang datang dan belajar secara langsung ke Yogyakarta. Selain keindahan gerak dan pertunjukannya, Tari Klasik gaya Yogyakarta mengandung unsur – unsur pendidikan dan budi pekerti yang sangat tinggi. Keindahan gerak dalam tari klasik gaya Yogyakarta dipadu dengan ajaran nilai – nilai sosial dan susila yang terkandung dalam filsafah seni tari yang lebih dikenal dengan Kawruh Joged Mataram yang dicetuskan oleh G.B.P.H Suryobrongto seorang empu tari klasik gaya Yogyakarta yang juga putra Sri Sultan Hamengkubuwana VIII.