gallery/profile photo

Rithaudin Abdul Kadir (MALAYSIA)

Rithaudin believed that dance as culture imprint on body. Thus, any dance is a living proof of the culture of the beholder. Hailing from Sabah, Malaysia which is rich of multi-ethnic culture, he loves to experimenting mix of traditional culture that he have been exposed and learnt. A dance graduate from University of Malaya, Rithaudin used to do research to deepen the understanding of any kind of dance he came across or creating new works. He tries to make his work as an edu-tainment for the audience. As a dance enthusiast, RIthaudin have been active in local and international scene even in theatre production. With 19 years of experience and exposure, his work have been recognize in local and international dance scene especially in site specific work.
 
Pentas Malam:

FRACTURED
In times, memories will be forgotten, happiness or sadness would not last. What is left is just traces of those happy or sad memories on the fractured hearts and minds.

 

 


Rithaudin percaya bahwa tari merupakan budaya yang membekas di tubuh. Dengan demikian, setiap tarian adalah bukti hidup dari budaya yang melihatnya. Berasal dari Sabah, Malaysia yang kaya dengan budaya multi-etnisnya. Dia suka bereksperimen dengan memadukan budaya tradisional yang telah dia pahami dan pelajari. Merupakan seorang lulusan tari dari Universitas Malaya, Rithaudin biasa melakukan penelitian untuk memperdalam pemahaman tentang jenis tarian apa pun yang ia temui atau menciptakan karya-karya baru. Dia mencoba untuk menjadikan karyanya sebagai edu-tainment untuk penonton. Sebagai penggemar tari, Rithaudin telah aktif di kancah lokal dan internasional bahkan dalam produksi teater. Dengan 19 tahun pengalaman dan eksposur, karyanya telah dikenal di dunia tari lokal dan internasional terutama di tempat kerja khusus.

 

Pentas Malam:

FRACTURED (RETAK)
Suatu saat, kenangan akan terlupakan, kebahagiaan dan kesedihan tidak akan bertahan lama. Yang tersisa hanyalah jejak kenangan bahagia dan sedih pada hati dan pikiran yang retak.